Artikel Umum

Sistematika Penulisan Makalah, Skripsi, Lengkap

Sistematika Penulisan

Dalam Bahasa Indonesia, ada banyak sekali aturan cara menulis yang benar sesuai dengan jenis paragrafnya. Aturan setiap jenis paragraf tersebut berbeda-beda tergantung penggunaannya. Untuk mempermudah pengaplikasiannya, dibuatlah sistematika yang jelas dan bersifat mutlak.

Dengan sifatnya yang mutlak tersebut, maka paragraf yang sejenis akan memiliki bentuk yang sama meskipun ditulis oleh orang berbeda. Hal ini tentu sangat berguna demi menyamakan aturan penulisan semua paragraf yang sejenis

Sistematika Adalah

Sistematika sebenarnya memiliki makna yang sangat luas. Bahkan definisinya bisa dilihat dari segi ilmu biologi ataupun ilmu Bahasa Indonesia.

Apabila dilihat dari Kamus Besar Bahasa Indonesia, makna sistematika adalah ilmu pengetahuan yang membahas tentang klasifikasi atau penggolongan.

Makna ini lebih tepat jika digunakan dalam istilah biologi, di mana dalam ilmu biologi sistematika dimaknai sebagai ilmu tentang taksonomi hewan dan tumbuhan atau penggolongannya.

Sementara itu, jika dikaitkan dengan ilmu penulisan Bahasa Indonesia, sistematika adalah tata cara atau urutan yang harus dipatuhi dalam merangkai paragraf tertentu.

Kalau dikaitkan dengan makna dalam kamus, maka urutan tersebut digolongkan menjadi beberapa bagian, yakni pembukaan, isi, dan penutup suatu paragraf.

Sistematika Penulisan

Sistematika penulisan adalah sebuah metode atau urutan dalam penulisan sebuah karya tulis, makalah, penelitian atau sebuah riset agar karya tulis tersebut dapat tersusun dengan berurutan dan sesuai dengan kaidah struktur penulisan yang baik dan benar.

Ada banyak sekali jenis paragraf yang ada di Indonesia. Setiap jenis paragraf tersebut memiliki sistematika penulisan yang tentu berbeda antara yang satu dengan lainnya. Berikut adalah beberapa jenis sistematika penulisan yang paling banyak dipelajari.

  1. Sistematika Penulisan Proposal

Sistematika penulisan proposal ini merupakan kerangka penulisan sebuah rencana penelitian maupun kegiatan memuat hal hal penting dimulai dari judul, hingga daftar pustaka dari penelitian atau kegiatan untuk menjelaskan tentang apa, mengapa dan cara atau bagaimana riset tersebut akan dilakukan.

Sistematika Penulisan Proposal

Proposal ini dibuat dengan tujuan tertentu tergantung jenisnya. Ada yang dibuat untuk tujuan penelitian, izin mendirikan usaha, serta proposal untuk melakukan kegiatan. Masing-masing jenis proposal juga memiliki sedikit perbedaan dalam penulisannya.

Namun, secara umum sistematika penulisan proposal terdiri dari beberapa bagian yang ditulis secara urut, yaitu :

  • Latar Belakang

  • Rumusan Masalah

  • Tujuan Penelitian

  • Manfaat Penelitian

  • Tinjauan Pustaka

  • Asumsi Penelitian

  • Metode Penelitian

  • Subjek Penelitian

  • Teknik Pengumpulan Data

  • Analisis Data

  • Daftar Pustaka

  1. Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

Sesuai namanya, karya ilmiah merupakan tulisan hasil karya seseorang yang ditulis secara objektif berdasarkan logika dan fakta di lapangan. Karya ilmiah juga memiliki banyak jenis, sepeti artikel laporan penelitian, serta makalah.

Sistematika Penulisan Karya Ilmiah

 

 

Adapun sistematika dari karya tulis ilmiah secara urut adalah sebagai berikut.

  • Bagian Pembuka

Bagian ini terdiri dari sampul, judul, halaman pengesahan,kata pengantar, daftar isi, dan abstrak.

  • Pendahuluan

Meliputi latar belakang masalah, rumusan masalah, fokus pembahasan, dan tujuan dari penelitian.

  • Pembahasan

Membahas secara mendalam tentang pembahasan teori penelitian, kerangka pemikiran, serta pengajuan hipotesis.

  • Metodologi penelitian.

  • Hasil penelitian.

  • Penutup.

  • Bagian penunjang

Bagian penunjang ini terdiri dari lampiran, daftar pustaka, dan daftar tabel.

  1. Sistematika Penulisan Makalah

Makalah di kalangan mahasiswa tentu tidak asing lagi karena penggunaannya yang berguna untuk menunjang proses presentasi terkait pembahasan materi tertentu yang sudah ada. Dalam dunia kerja, makalah juga sering digunakan untuk menggambarkan proyek tertentu yang akan dibahas.

Sistematika Penulisan Makalah

Secara keseluruhan, sistematika makalah jauh lebih sederhana dan mudah diaplikasikan seperti berikut ini.

  • Bagian cover

Terdiri dari judul makalah, nama penulis, logo, alamat instansi, serta tahun pembuatan.

  • Abstrak, yang berisi pembahasan pokok yang akan dijelaskan lebih rinci dalam makalah.

  • Daftar isi.

  • Kata pengantar.

  • Pendahuluan

  • Latar belakang.

  • Rumusan masalah.

  • Tujuan pembahasan.

  • Isi.

  • Kesimpulan.

  • Saran.

  • Penutup.

  • Daftar pustaka.

  1. Sistematika Penulisan Skripsi

Skripsi juga termasuk salah satu karya tulis ilmiah. Hanya saja penulisannya lebih ditujukan untuk kepentingan pendidikan dalam tingkat universitas. Skripsi ditulis sebagai salah satu syarat lulus menjadi sarjana atau strata 1.

Sistematika Penulisan Skripsi

Meskipun halaman skripsi cukup tebal, tetapi sistematikanya sebenarnya lebih sederhana.

Adapun sistematika untuk sampul dan bagian pembuka meliputi :

  • Bagian cover yang terdiri dari judul, nama universitas, nama penulis, serta tahun penulisan.
  • Halaman persetujuan pembimbing.
  • Pengesahan kelulusan.
  • Lembaran pernyataan.
  • Motto dan persembahan untuk orang tertentu.
  • Kata pengantar.
  • Abstrak.
  • Daftar isi.
  • Daftar tabel, gambar, dan diagram.

Sistematika BAB I terdiri dari :

  • Latar belakang.
  • Rumusan masalah.
  • Tujuan penelitian.
  • Manfaat penelitian.
  • Sistematika penulisan.

Sistematika BAB II :

  • Tinjauan pustaka.
  • Landasan teoritis.

Sistematika BAB III :

  • Pendekatan penelitian.
  • Sumber data penelitian.
  • Metode dan teknik mengumpulkan data.
  • Metode dan teknik analisis data yang dipakai.
  • Metode penyajian hasil analisis data.

Sistematika BAB IV :

  • Penjabaran hasil analisis.

Sistematika BAB V :

  • Kesimpulan.
  • Saran.

Sistematika Bagian Akhir :

  • Daftar pustaka.
  • Lampiran-lampiran.

Sistematika UUD 1945

UUD atau Undang-undang Dasar berperan penting dalam pengaplikasian dasar negara yang telah ditetapkan oleh pemerintah sejak awal merdeka. Meski begitu, seiring perkembangan zaman, sistematika UUD kerap mengalami perubahan melalui amandemen yang dilakukan.

Walaupun berubah, namun inti dari dasar negara tetap sama karena perubahan tersebut hanya bersifat melengkapi saja. Dengan adanya amandemen, maka sistematika UUD 1945 dibedakan menjadi dua, yaitu :

  1. Sistematika UUD 1945 Sebelum Amandemen

Sistematika asli UUD 1945 sebelum dilakukan amandemen terdiri dari :

  • Pembukaan.

Bagian pembukaan terdiri dari 4 alinea yang sampai sekarang masih sering dibacakan saat upacara bendera di sekolah-sekolah.

  • Batang Tubuh, terdiri dari :

16 BAB.

37 pasal.

65 ayat.

4 pasal aturan peralihan.

2 ayat aturan tambahan.

Penjelasan.

  1. Sistematika UUD 1945 Setelah Amandemen

Sementara itu, setelah dilakukan 4 kali amandemen, ada sedikit perubahan sistematika UUD 1945 khususnya pada bagian batang tubuh. Sistematikanya seperti berikut ini.

  • Pembukaan.

Bagian ini tidak mengalami perubahan dan tetap terdiri dari 4 alinea.

  • Batang Tubuh, terdiri dari :

21 BAB.

73 pasal.

170 ayat.

3 pasal aturan peralihan.

2 pasal aturan tambahan.

Baca juga  : Standar Nasional Pendidikan di Indonesia

Contoh Sistematika Penulisan

Mengaplikasikan sistematika penulisan akan terasa sulit jika hanya dibayangkan. Oleh karenanya, penting bagi Anda untuk mengetahui contoh dari sistematika penulisan tersebut sebagai bahan rujukan atau tolak ukur.

Berikut adalah salah satu contoh sistematika penulisan makalah dengan judul Prinsip Komunikasi Nonsekuensial.

  • Bagian cover terdiri dari :

Judul : Prinsip Komunikasi Nonsekuensial.

Logo.

Nama Penulis : Febriana Sobiro.

Alamat : Jl Ahmad Yani 109 Negara.

Tahun : 2020.

  • Abstrak

Berisi pembahasan terkait prinsip komunikasi nonsekuensial secara umum.

  • Daftar isi.

Berisi halaman setiap bab dan pembahasan sesuai bagian dalam makalah.

  • Kata pengantar dari penulis.
  • Pendahuluan

Mengenai gambaran umum pengkajian prinsip komunikasi nonsekuensial ini dibuat.

  • Latar belakang.

Berisi alasan mengapa prinsip komunikasi nonsekuensial ini perlu dibahas dan dikaji.

  • Rumusan masalah

Mengidentifikasikan berbagai masalah yang berkaitan dengan komunikasi nonsekuensial.

  • Tujuan pembahasan

Berisi tujuan komunikasi ini dibahas.

  • Isi

Terdiri dari landasan teori yang menjadi acuan dalam fokus masalah komunikasi nonsekuensial. Landasan ini harus bisa mendukung kekuatan analisis terkait jenis komunikasi nonsekuensial.

Selain itu, bagian isi juga terdiri dari metode penulisan dan analisa serta solusi terkait masalah komunikasi nonsekuensial.

  • Kesimpulan

Menarik kesimpulan terkait hasil kajian dan analisis permasalahan komunikasi nonsekuensial.

  • Saran

Membuat saran dan solusi yang membangun terkait rumusan masalah yang dibahas.

Meskipun makna sistematika sangat luas, namun dalam penulisan sistematika hanya berupa aturan kepenulisan yang tidak boleh diganti. Oleh karenanya, dalam membuat suatu karya tulis wajib mengetahui sistematikanya terlebih dahulu demi menghindari kesalahan.